fbpx

Nota Kredit : Pengertian, Manfaat, Tujuan & Contohnya

Share on facebook
Facebook
Share on pinterest
Pinterest
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Kebanyakan toko biasanya memberikan secarik kertas ketika Anda selesai membeli suatu barang. Kertas tersebut berguna sebagai bukti transaksi yang pernah Anda lakukan. Selain Anda memilikinya, pihak toko juga memiliki duplikasinya sebagai arsip. Kertas yang dimaksud dalam transaksi barang adalah nota kredit.

Penggunaan nota kredit sebenarnya tidak digunakan di toko-toko saja. Akan tetapi dibidang lainnya pun membutuhkannya.

Misalnya seperti kredit rumah dimana setiap pembayaran cicilannya akan diberikan catatan untuk cicilan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang nota kredit, simak pembahasannya dibawah ini.

Bagi Anda yang belum mengetahui mengenai kredit, Anda bisa membaca ulasan lainnya mengenai kredit secara lengkap di bawah ini.

Baca : Pengertian Kredit, Prinsip & Macamnya

Pengertian Nota Kredit

Seperti gambaran diatas, nota kredit merupakan kertas atau dokumen penting yang berfungsi sebagai bukti transaksi atas pengurangan cicilan atau piutang dari suatu usaha.

Jika Anda mendapatkan catatan cicilan, sebaiknya harus Anda simpan dengan baik. Hal ini sangat berguna jika barang atau transaksi terjadi kesalahan, maka nota angsuran tersebut bisa menjadi bukti fisiknya.

Catatan kredit didalamnya terkadang berisi informasi transaksi yang terdiri dari tanggal transaksi, keterangan transaksi, nominal transaksi dan tanda tangan penjual. Catatan kredit juga dibuat rangkap dua, dimana lembar asli diberikan kepada pembeli. Sementara lembar yang kedua digunakan sebagai arsip toko atau dipegang oleh penjual.

Manfaat Nota Kredit

Nota kredit digunakan oleh kebanyakan pemilik usaha bukan tanpa alasan pastinya. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan catatan kredit di setiap transaksinya.

Misalnya nota cicilan bisa menjadi acuan dari kesalahan dalam penjualan barang. Catatan kredit juga bermanfaat untuk menjaga hubungan yang baik antara pemilik usaha dengan customernya.

Jika terjadi kesalahan penjualan, maka pemilik usaha dapat memperbaikinya dengan bukti catatan kredit yang ada. Kemudian, catatan kredit juga berguna untuk memperbaiki operasional usaha agar lebih baik lagi.

Selain itu, jika di masa yang akan datang terjadi permasalahan transaksi, catatan kredit berperan sebagai peminimalisir risiko adanya konflik bisnis.

Pengertian nota kredit dan contohnya
Akad Kredit Rumah, Proses & Berkas yang Diterima Oleh Anda

Tujuan Nota Kredit

Nota kredit dibuat untuk memenuhi beberapa tujuan. Yang pertama, nota cicilan digunakan untuk mencatat transaksi cicilan yang terjadi, dan berguna sebagai bukti apabila terjadi kesalahan di lain waktu.

Pencatatan nota cicilan bisa dilakukan secara manual dengan menulis di buku pencatatan, atau menggunakan software akuntansi di PC desktop.

Tujuan lainnya dibuat catatan cicilan juga sebagai acuan untuk tata kelola pencatatan administrasi. Sehingga jika catatan cicilan ditata secara rapi dalam worksheet, bisa berguna di kemudian hari apabila penjual hendak mencari data dari catatan kredit terdahulu.

Tujuan dibuatnya catatan cicilan selanjutnya yakni untuk menjamin transaksi yang aman kepada para pembeli. Selain itu, nota cicilan bisa menghindarkan hal-hal curang seperti pembuatan laporan keuangan yang tidak seimbang.

Jika dianalisis lebih jauh, bahwa nota cicilan sebenarnya dapat dikatakan sebagai pertanggungjawaban oleh pihak penjual atau pelaku bisnis.

Format Catatan Kredit

Format isi yang tercantum dalam nota kredit bisa saja berbeda-beda. Akan tetapi ada beberapa hal yang sering ada dalam nota kredit.

Dimulai dari nama penjual, nama pembeli, nomor dari nota dan tanggal transaksi catatan cicilan, keterangan yang dapat diisi dengan barang yang dibeli, jenis barang yang dipilih sebagai piutang, jumlah unit, harga per barang, total dan tanda tangan penjual.

Untuk pemilik usaha atau instansi yang sudah besar, catatan kredit memiliki tambahan bagian dibawahnya. Contohnya adanya kolom tanda tangan untuk pihak yang bertanggung jawab menangani nota cicilan dari transaksi yang terjadi. Misal pihak yang bertanggung jawab adalah bagian administrasi dan bagian penjualan.

Contoh Nota Kredit

Format nota kredit kurang lengkap apabila belum ada contoh yang menyertainya. Baik lembar pertama dengan lembar kedua juga memiliki kesamaan formatnya. Yang membedakannya adalah jenis warna kertas yang digunakan.

Di setiap bagiannya disusun dengan rapi dan dilengkapi dengan table untuk mengisi piutang usaha yang hendak dikurangi.

Catatan cicilan tersebut hendaknya dirancang sesuai dengan standard akuntansi, yang juga telah tercantum pada PSAK akuntansi mengenai pencatatan kredit yang berlaku. Agar lebih jelas dari penggambaran format cicilan, berikut ini terdapat contoh dari nota kredit secara umum.

Contoh nota kredit

Catatan kredit memang sangat penting sebagai bukti transaksi penjualan barang atau aset. Keuntungan bagi penjual yakni bisa disimpan sebagai arsip dan dapat digunakan untuk mengatur manajemen akuntansi.

Bagi pembeli pun juga berguna untuk bukti yang bisa diserahkan apabila terjadi suatu kesalahan pada transaksi yang dilakukan.

Kesimpulan

Demikian pembahasan mengenai pengertian, manfaat, tujuan, format dan contoh dari nota kredit. Untuk mendapatkan nota Anda bisa menmbuatnya sendiri ditambahi dengan logo bisnis/instansi. Solusi lainnya Anda bisa membeli ke toko yang menjual catatan kredit kosong 2 rangkap.

Share on facebook
Facebook
Share on pinterest
Pinterest
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *